Tuesday, June 15, 2010

PILIH-PILIH ALAS KAKI







Yuk, cari tahu apa saja kriterianya.


Biarpun cuma dipasang di kaki, alas yang satu ini harus menomorsatukan kenyamanan. Apakah itu kaus kaki atau sepatu, sebab fungsi utamanya adalah melindungi kaki. Barulah menjelang usia 1 tahun, fungsinya bertambah, yaitu menopang kaki agar lebih kokoh saat mulai berpijak di lantai. Untuk itu, cari tahu kriteria alas kaki yang baik. Setelah itu, baru urusan mode.

BAYI BARU LAHIR

Fungsi utamanya melindungi kaki agar tidak kedinginan. Cukup gunakan kaus kaki atau sarung kaki yang nyaman dan hangat. Pilihlah yang terbuat dari katun atau bahan kaus agar dapat menyerap keringat. Hindari karet yang terlalu ketat karena akan terasa sakit dan menghambat aliran darah pada area kaki.

USIA 3 BULAN

Memasuki usia 3 bulan, bayi sudah mampu tengkurap. Pada periode ini, bayi masih membutuhkan sarung atau kaus kaki. Ada juga kaus kaki berdesain menyerupai sepatu dengan alas tipis.

USIA 5 BULAN
Di usia ini, umumnya bayi mulai merayap lalu merangkak. Pada tahap awal merangkak, bagian kaki yang paling banyak digunakan adalah punggung kaki, bukan telapak kaki. Untuk itu dibutuhkan kain yang lebih tebal pada bagian tersebut agar saat merangkak, bagian punggung kaki terasa lebih nyaman.
Alas kaki yang digunakan sudah menyerupai sepatu. Umumnya terbuat dari kain yang lebih tebal dan memiliki alas lentur agar bentuk jari-jari kaki si kecil tidak terbiasa menekuk.


USIA 7 BULAN

Di usia 7 bulan, bayi mulai mencoba duduk sendiri. Umumnya aktivitas ini dilakukan secara bergantian, sesekali merangkak kemudian duduk dan bermain. Hendaknya alas kaki yang digunakan memiliki bagian yang agak tebal pada tumitnya, bertekstur, dan tidak licin sehingga saat dia duduk sambil menaik-turunkan kakinya, bagian itu terlindungi oleh alas kaki yang tebal.

USIA 9 BULAN

Aktivitas yang dilakukan pada usia 9 bulan adalah mulai berdiri dan merambat ke kiri-kanan. Untuk itu dibutuhkan alas kaki berupa sepatu. Pilihlah sepatu dengan bagian lateral; samping kiri dan kanan lebih keras, sehingga mampu menyangga kaki. Bahan yang digunakan harus lembut sehingga terasa lebih nyaman di kulit, menyerap keringat, dan bagian punggungnya tidak terlalu ketat.


USIA 11 BULAN

Kemampuan berjalan pada setiap anak berbeda-beda antara 11-15 bulan. Memasuki masa ini, ada beberapa bagian yang patut mendapat perhatian, yaitu:
* Bahan yang digunakan sebaiknya agak lebih tebal, seperti, kulit atau kanvas terutama di bagian lateral (samping kiri-kanan), sehingga mampu menjadi penyangga tubuh agar tetap seimbang.
* Bagian tumit hendaknya lebih tebal untuk penyangga tubuh.
* Pilih yang bobotnya ringan tapi tidak terlalu tipis.
Dengan alas sepatu dan lapisan tumit yang baik, bayi dapat lebih mudah menjaga keseimbangan tubuhnya agar stabil dan tidak mudah terjatuh saat belajar berjalan. Sepatu yang terlalu tebal dan berat akan membebani kaki sehingga menghambat pergerakan sendi pergelangan kaki.
Jangan khawatir jika si kecil tampak "kesulitan" saat berjalan menggunakan sepatunya. Selama alas kakinya memiliki kriteria seperti di atas, ia justru terlatih berjalan dengan posisi yang benar.

 

Utami Sri Rahayu. Foto: www.fotosearch.com


Monday, June 14, 2010

Kenali Batuk Anak Anda

Batuk merupakan salah satu gejala yang sering ditemukan pada anak, sebenarnya batuk merupakan refleks tubuh untuk membantu membersihkan jalannya nafas. Namun demikian, pada kondisi tertentu, batuk butuh ditangani secara medis. Mengamati ciri dan jenis batuk akan membantu Anda mengidentifikasi, apakah batuk anak anak termasuk dalam kategori batuk biasa atau batuk yang perlu dikhawatirkan dan berbahaya.

Beberapa jenis batuk tak berbahaya:
  • Batuk mendadak
    Jika anak batuk secara tiba-tiba, mungkin ia tersedak makanan atau minuman yang masuk ke jalur yang salah atau ada sesuatu yang tersangkut ditenggorokannya. Dalam kasus seperti ini tidak perlu khawatir, karena batuk adalah suatu mekanisme yang justru membantu membersihkan dan membebaskan jalan napas dari sumbatan tersebut. Biasanya batuk dapat berlangsung hingga semenit atau hanya sebentar saja. Namun jika batuk tidak kunjung reda, hubungi dokter.
  • Batuk Malam Hari
    Anak anda mungkin sering batuk pada malam hari. Hal ini karena pada saat berbaring, sumbatan pada hidung dan sinus mengalir ketenggorokan dan menimbulkan iritasi. Keadaan ini tidak mengkhawatirkan namun tetap perlu diwaspadai.
  • Batuk disertai pilek
    Jika anak batuk dengan demam yang tidak tinggi dan hidung beringus, kemungkinan ia menderita batuk pilek biasa. Batuk ini biasanya berlangsung selama satu minggu. Namun, jika lebih dari satu minggu, Anda harus menghibungi dokter
  • Batuk dengan muntah
    Batuk yang berat pada anak seringkali merangsang reflek muntah. Anak yang batuk bisa muntah apabila lendir mengalir ke lambung dan menyebabkan mual. Selama muntah tidak terus berkelanjutan, kondisi ini masih terbilang wajar.
    Di luar itu, Anda perlu mewaspadai batuk anak sebagai jenis batuk yang berbahaya atau perlu ditangani secara medis. Misalnya batuk yang disertai demam tinggi, batuk pada bayi yang baru lahir, batuk rejan (terdengar bunyi “whoop” pada saat anak berusaha menarik nafas setelah batuk berkali-kali), batuk”menyalak” (batuk yang biasanya disebabkan oleh croup, yaitu peradangan pada laring dan trakea, batuk dengan mengi, atau batuk yang menyebabkan anak mengeluarkan suara kasar dan berisik saat bernafas.

Penanganan di rumah
Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan dirumah untuk membuat anak lebih nyaman saat ia sedang batuk:

Berikan perhatian dan tetap tenang. Sangat dimengerti jika orangtua khawatir anaknya terkena atau terinfeksi. Namun tetaplah tenang, karena hal ini akan membantu anda dan si kecil.
Jika anak anda menderita asma. Pantau perkembangannya dengan seksama dan berikan obat-obat sesuai petunjuk dokter.
Jika hidung anak tersumbat. Bersihkan hidungnya sebelum memberikan makanan. Untuk membersihkannya bisa menggunakan tetes hidung atau alat hisap.
Jika anak mengalami pilek. Beristirahatlah dirumah, karena hal ini akan membentu penyembuhannya dan menghindarkan penularan pada orang lain. Cuci tangan merupakan hal yang penting untuk mencegah penularan.
Jika anak terbangun pada malam hari dengan batuk seperti “menggonggong”, bawalah kekamar mandi. Masukan air panas kedalam ember dan biarkan ruangan menjadi penuh uap selama 20 menit. Uap air akan membantu anak bernapas lebih mudah.
Jaga agar ruangan tetap lembab dan bersih.

Tips Agar Buah Hati Suka Sayur dan Buah

Biasanya, si kecil tidak menyukai sayur dan buah karena rasanya yang hambar dan tidak semanis ASI/ susu formula. Padahal bunda pasti sudah tahu betul tentang manfaat sayur dan buah dan sangat ingin si kecil menjadi penyuka sayur dan buah.
Berikut ini adalah tips tips yang patut dicoba Bunda dirumah:
  • Jangan pernah memaksa anak makan sayur dan buah.
  • Perkenalkan rasa sayur lebih dulu baru kemudian buah di tahap pemberian MPASI
  • Sebagai pengenalan, pilih sayur dan buah yang rasanya enak, tidak tajam, yang bercitarasa manis mirip dengan rasa ASI/ susu formula seperti timun jepang/ zukini, buncisbaby, dll.
  • Untuk MPASI hendaknya disajikan dalam bentuk pure/ puree, yaitu dengan diblender kemudian disaring, diambil sarinya saja. Teksture yang encer/ banyak airnya menjadikan bayi tidak kaget dalam memakannya.
  • Untuk anak, pilih sayur dan buah dengan serat yang mudah dikunyah, baik untuk dimakan langsung atau dimasak sebentar agar enzim dan vitaminnya tidak rusak.
  • Selalu sajikan menu sayur dan buah di rumah.
  • Beri contoh bagaimana orangtua menyukai sayur dan buah.
  • Setiap kali menawarkan menu makanan, sertakan sayr dan buah sebagai pilihan selain lauk.
  • Biarkan anak makan sendiri sayur dan buah dalam potongan kecil.
  • Pujilah jika anak mau mencoba menu sayur atau buah yang dihidangkan.
Dalam membangun kecintaan si buah hati pada sayur dan buah memang diperlukan kesabaran, ketelatenan, dan kreativitas bunda.
Jadi..tetap semangat dalam memberikan menu yang sehat ya Bunda ^^

sumber:  Nakita no 571/TH IX

Variasi Menu Buah

BUBUR JAGUNG MANIS

Bahan:
1 buah Jagung Manis
Meses secukupnya
100 ml susu
Air matang hangat secukupnya
Cara Membuat:
1. Parut jagung manis
2. Saring, ambil airnya
3. Larutkan 100 ml susu ke dalam air hangat
4. Rebus air saringan jagung manis, kemudian tambahkan larutan susu ke dalam nya
5. Masak hingga jagung mengental
6. Sajikan di dalam wadah
7. Taburi sedikit dengan meses coklat
8. Siap untuk dihidangkan
 

CARAPPEAR

Bahan:
2 batang wortel, kupas, potong-potong
2 buah apel, kupas, potong-potong
2 buah pear, kupas lalu potong-potong
Cara Membuat:
1. Rebus wortel selama kl 10 menit, lalu amsukkan apel dan pear. Masak sampai lunak.
2. Tiriskan lalu haluskan (atau cincang halus untuk anak usia 8 bulan ke atas)

BUBUR AYAM APEL

Bahan:
3 buah kentang ukuran sedang, kupas, potong-potong (bisa diganti ubi jalar atau labu)
1 fillet dada ayam, potong-potong
2 buah apel, kupas, buang bijinya, potong-potong
2 buah wortel, kupas, potong-potong
Air secukupnya
Cara Membuat:
1. Masak semua bahan sampai matang.
2. Tiriskan lalu haluskan (atau cincang halus untuk anak usia 8 bulan ke atas)

BUBUR KUNING

Bahan:
1/4 buah labu kuning, kupas lalu potong-potong
2 buah tahu putih, potong-potong
1 batang seledri, cincang kasar
1 dada ayam, buang kulit dan lemaknya
2 sdm kacang polong
Air secukupnya
Cara Membuat:
1. Masak semua bahan sampai matang dan air tinggal sedikit (jangan habis).
2. Suwir-suwir ayam, buang tulangnya.
3. Masukkan semua bahan ke dalam blender/processor, lalu haluskan (atau cincang halus untuk anak usia 8 bulan ke atas)

APPLE and PAPAYA SAUCE

Bahan:
2 buah apel manis, kupas lalu potong-potong
1/2 buah pepaya ukuran sedang, kupas lalu potong-potong
Air secukupnya
Cara Membuat:
1. Rebus apel dengan air (air sampai sedikit menggenangi buah) sampai empuk.
2. Tiriskan, jangan buang airnya.
3. Campur apel dengan pepaya lalu haluskan, gunakan sisa air rebusan untuk mengencerkan adonan.

APPLE and PEAR SAUCE

Bahan:
1 buah apel manis, kupas lalu potong-potong
1 buah pear, kupas lalu potong-potong
Air secukupnya
Cara Membuat:
1. Rebus apel dan pear dengan air (air sampai sedikit menggenangi buah) sampai empuk.
2. Tiriskan, jangan buang airnya.
3. Haluskan, gunakan sisa air rebusan untuk mengencerkan adonan.

APPLE SAUCE

Bahan:
1 buah apel manis (jangan yang hijau)
Air secukupnya
Cara Membuat:
1. Kupas apel, buang bijinya lalu potong dadu.
2. Rebus dengan air (air sampai sedikit menggenangi apel) sampai apel empuk.
3. Tiriskan apel, jangan buang airnya.
4. Haluskan apel, gunakan sisa air rebusan untuk mengencerkan apel.

AVOCADO DIP

Bahan:
1 buah alpukat matang
1/2 buah tomat, buang bijinya
2 sdm keju cheddar parut
2 sdm yogurt tawar
Cara Membuat:
1. Buang biji alpukat, potong-potong kecil.
2. Potong-potong tomat.
3. Campur semua bahan lalu process/blender sampai halus.

PURÉÉ ALPUKAT

Bahan:
1 buah alpukat matang
Cara Membuat:
1. Buang biji alpukat, lalu haluskan daging buahnya.
2. Penyajian: Berikan puree alpukat sebagai makanan tunggal atau campur dengan puree sayur/buah lainnya.

Variasi Sup


* Sup Ragout isi sayuran (1 porsi)
Bahan :
1 sdt margarin
1 sdt tepung terigu
100 cc kaldu
50 cc susu
50 gr wortel Rebus, iris dadu kecil
25 gr daging ayam
10 gr keju parut

Cara membuat :
1. Cairkan margarin dalam wajan, masukan tepung terigu, aduk.
2. Sambilterus diaduk tuangi kaldu sedikit demi sedikit. Masukan susu.
3. Masukanwortel, daging ayam dan keju parut. Bubuhi garam. Aduk rata. Angkat. 4.Tempatkan dalam wadah, berikan pada bayi selagi hangat.

* Sup makaroni isi ayam (1 porsi)
Bahan :
250 cc air
25 gr daging ayam giling
25 gr wortel, iris dadu kecil
25 gr tomat, iris halus
20 gr makaroni, rebus hingga lunak, angkat
10 gr keju parut
sedikit garam
sedikit pala
1 sdt irisan daun bawang

Cara membuat :
1. Rebus air hingga mendidih, masukan daging ayam, wortel dan tomat. Masaksampai sayuran matang.
2. Masukan makaroni, masak hingga sup mengental, berikeju parut, garam, pala dan irisan daun bawang, aduk rata. Angkat.
3.Tempatkan dalam wadah, berikan pada bayi selagi hangat.

* Sup labu kuning (1 porsi)
Bahan :
100 gr kentang, iris dadu kecil
50 gr labu kuning
25 gr ikan kakap
25 gr tomat
1 sdt irisan daun bawang
1 kuning telur
1 sdm santan kental
sedikt garam dan pala bubuk

Cara membuat :
1. Rebus kentang dengan 500 cc air dan labu kuning hingga semua matang.
2.Masukan ikan, tomat dan daun bawang. Masak sambil terus diaduk hinggamatang.
3. Masukan kuning telur dan santan. Bubuhi garam dan pala. Aduk,sajikan hangat.

* Sup jagung bola-bola daging (1 porsi)
Bahan :
50 gr jagung yang muda, serut
50 gr daging giling, bentuk bulatan-bulatan kecil
25 gr wortel, potong kecil
1 sdt irisan daun bawang
1 sdt margarin/mentega
1 sdt tepung terigu
10 gr keju parut
sedikit pala bubuk

Cara membuat :
1. Rebus jagung dengan 500 cc air. Masukan bola-bola daging, masak hinggamatang.
2. Masukan wortel dan daun bawang, masak hingga air tinggalsetengahnya.
3. Sementara itu cairkan margarin/mentega dalam wajan, masukantepung terigu, aduk. Tuangkan sedikit air rebusan jagung, aduk rata. Tuangkedalam panci berisi jagung dan bola bola daging. Masak semua hingga matang.Beri parutan keju, bubuhi pala. Aduk rata. Angkat.
4. Tempatkan dalam wadah,berikan pada bayi selagi hangat.

* Sup nasi bayam (1 porsi)
Bahan :
250 cc kaldu sapi
50 gr nasi
25 gr daging giling
1 sdt irisan daun bawang
25 gr daun bayam
5 gr tomat
1 kuning telur
sedikit garam
1 sdm santan kental

Cara membuat :
1. Didihkan kaldu, masukan nasi, daging giling, daun bawang, bayam dantomat. Masak sambil terus diaduk hingga semua matang.
2. Masukan kuningtelu, masak sambil diaduk hingga kental, beri garam dan santan, aduk rata.Setelah mendidih, angkat.
3. Tempatkan dalam wadah, berikan pada bayi selagihangat.

* Sup bayam isi daging (1 porsi)
Bahan :
1 sdt margarin
1 sdt tepung terigu
50 gr bayam, rebus, blender dengan 10 cc kaldu
50 gr daging sapi, rebus, potong dadu kecil
10 gr keju parut
sedikit garam
sedikit pala bubuk

Cara membuat :
1. Panaskan margarin dalam wajan hingga cair, beri tepung terigu, aduk-aduksambil dituangi cairan bayam sedikt demi sedikit.
2. Masukan daging, masakhingga daging matang. Beri parutan keju, garam dan pala, aduk rata, angkat.
3. Tempatkan dalam wadah, berikan pada bayi selagi hangat.

Beberapa tips agar anak tak rewel saat makan

  •  Atur pemberian makan balita Ibu sesuai waktu makan ketika mereka merasa lapar. Pola alami akan berkembang dan Ibu dapat mulai mengatur rutinitas.
  • Biarkan balita Ibu makan makan sendiri dan jangan memaksanya sampai piringnya bersih karena akan menjadi tekanan dan bisa mengurangi selera makannya hingga menjadi rewel.
  • Jika balita Ibu menolak makanan, jangan menyerah. Ibu dapat memperkenalkannya lagi dalam beberapa hari. Beberapa makanan baru perlu dicoba sampai 15 kali sebelum dapat diterima.
  • Buat susana makan yang tenang atau sambil memutar musik riang. Jangan menyalakan TV, karena membuat balita Ibu tidak konsentrasi saat makan.
  • Selalu berikan porsi kecil dengan bentuk menarik sebagai permulaan dan berikan sedikit tambahan jika mereka masih lapar.
  • Bila balita Ibu tidak suka sayur, siasati dengan ‘sayur tersembunyi’ seperti parutan wortel atau bayam cincang dalam adonan perkedel. Atau ganti dengan memberikan buah dalam menu mereka.
  • Usahakan makan bersama keluarga. Meskipun setiap balita berbeda, beberapa balita menirukan perilaku orang lain. Jadi jika Ibu menikmati makanan yang menyehatkan, balita Ibu dapat melihat dan belajar dari apa yang Ibu lakukan.
  • Berikan penghargaan ketika mereka menghabiskan makannya. Jangan lupa, perhatiikan atau bicarakan makanan lain apa yang disukai.
Yang paling penting adalah berusaha sabar! Selera makan balita Ibu mungkin nampak berubah dari hari ke hari, tetapi pertahankan menu seimbang untuk mereka.

Tuesday, May 18, 2010

Seputar Masalah Kolik Pada Bayi

bayi kolik menangis
BAYI yang terus menangis dapat membuat orangtuanya tertekan. Adalah hal yang lumrah bila mereka merasa tidak menentu, frustrasi, tak berdaya, bersalah, depresi, lelah, jengkel dan marah. Kolik adalah menangis dan rewel berkepanjangan selama lebih dari 3 jam sehari. Bayi yang meminum ASI ataupun susu formula dapat mengalami kolik. Sekitar 30% bayi sehat pernah mengalami kolik. Kondisi ini biasanya terjadi antara minggu kedua dan keempat setelah lahir.
Bayi anda sehat tetapi mungkin mengalami kolik apabila dia :
  • Jumlah waktu menangisnya lebih dari 3 jam sehari selama lebih dari 3 hari dalam 1 minggu.
  • Terkadang menjerit-jerit dan tak dapat dihibur. Kondisi terparah biasanya terjadi pada sore menjelang malam hari.
  • Melurus-luruskan atau menarik-narik kakinya, dan buang angin (kentut). Perutnya seperti membesar karena kembung.
Apa penyebab kolik?
Tak seorang pun yang tahu persis apa penyebabnya. Sepertinya bayi yang sedang kolik mengalami kontraksi usus yang sangat menyakitkan.
Ada yang beranggapan bahwa kolik berkaitan dengan makanan. Sebagaimana halnya intoleransi laktosa, sensitifitas terhadap protein susu sapi diduga juga menyebabkan kolik. Bayi yang meminum ASI mengalami kolik yang disebabkan kepekaan terhadap salah satu makanan dalam ragam makanan ibunya.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa bayi menangis dan rewel karena menelan udara terlalu banyak pada waktu makan. Menurut pendapat lain, kolik terjadi karena bayi memiliki kepekaan aneh terhadap stimulasi.
Bisakah kolik menjadi serius?
Pada beberapa kasus, kolik merupakan gejala penyakit tertentu, misalnya hernia. Apabila bayi anda mengalami kolik, segera periksakan dia ke ahli kesehatan untuk memastikan bahwa penyebab masalah itu bukan penyakit.
Sampai kapan kolik berlangsung?
Pada umumnya kolik mulai timbul dalam bulan pertama sesudah lahir, dan menghilang dengan sendirinya ketika bayi berumur 3 atau 4 bulan.
Bagaimana mengobatinya?
Karena kolik disebabkan oleh banyak hal, tak ada pengobatan tunggal yang efektif untuk semua bayi. Bila intoleransi laktosa atau alergi makanan diduga sebagai penyebabnya maka penggantian makanan dapat membantu.
Ibu-ibu menyusui agar menghindari produk susu olahan serta makanan yang menimbulkan gas, misalnya kubis, bawang, dan bawang putih. Berkonsultasilah dengan ahli kesehatan tentang cara menangani kepekaan terhadap makanan.
Bila anda memberikan susu formula, mintalah petunjuk ahli kesehatan apakah mengganti dengan formula bebas susu atau formula bebas laktosa untuk mengatasi kolik. Jika kolik yang dialami merupakan bagian dari fase pertumbuhan maka hal ini akan hilang bersama waktu.
Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kolik?
Anda bisa mencoba beberapa petunjuk di bawah ini:
  • Terus berdekatan dengan bayi. Gerakan dan kontak tubuh dapat menghiburnya.
  • Membuat gerakan dan bunyi ritmis dengan bantuan penyedot debu, pengering pakaian, atau alat-alat lain.
  • Memberikan empeng mungkin membuatnya lebih nyaman.
  • Menelungkupkan bayi melintang di pangkuan anda sambil menggosok-gosok punggungnya.
  • Membungkus bayi dengan selimut agar dia merasa nyaman dan aman.
Meminta orang lain mengantikan menjaga bayi sejenak supaya anda dapat beristirahat sebentar. Istirahat kira-kira 1 jam sudah cukup untuk memulihkan kesegaran anda.

Customer Support

 

LITTLE DUCK SHOP Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipietoon | All Image Presented by Online Journal